jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia kini bukan sekadar masalah ketidaknyamanan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pakar kesehatan memperingatkan bahwa kenaikan suhu, meski terlihat kecil, berpotensi memicu heat stroke, gangguan kesehatan paling berat akibat paparan panas yang dapat berujung pada kematian.
Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM, Aditya Lia Ramadona menjelaskan bahwa heat stroke terjadi ketika mekanisme pendinginan tubuh, seperti berkeringat, tidak lagi efektif.
"Suhu tubuh naik cepat, lalu terjadi gangguan fungsi organ dan otak. Gejalanya meliputi suhu tubuh sangat tinggi, kebingungan, bicara pelo, kejang, hingga kehilangan kesadaran," ujar Ramadona, Jumat (10/7).
Salah satu kesalahpahaman utama masyarakat adalah menganggap bahwa paparan panas hanya berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan.
Penelitian di lingkungan Program Kampung Iklim (ProKlim) DIY menunjukkan bahwa suhu di dalam rumah justru bisa mencapai 31 derajat Celsius, lebih tinggi dibandingkan data suhu ambien stasiun BMKG.
"Setiap kenaikan selisih suhu indoor dan outdoor sebesar 1 derajat Celsius meningkatkan risiko heat stress pada lansia hingga sekitar 32 persen," tambah Ramadona.
Temuan ini menegaskan bahwa rumah yang tidak adaptif terhadap iklim menjadi jebakan panas bagi kelompok rentan.
Data ilmiah menunjukkan hubungan erat antara peningkatan suhu dengan beban layanan kesehatan. Penelitian Ramadona di Yogyakarta mengungkapkan bahwa kenaikan suhu rata-rata mingguan sebesar 1 derajat Celsius berkorelasi dengan peningkatan 15,5 persen kunjungan ibu dan anak ke layanan kesehatan primer.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)
