Brigjen Marinir Pardosi Jadikan Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus Bahan Disertasi

7 hours ago 2

Brigjen TNI Marinir Freddy J.H. Pardosi. Foto: supplied

jpnn.com - Brigjen TNI Marinir Freddy J.H. Pardosi menjadikan keberhasilan operasi pembebasan kapal niaga Indonesia MV Sinar Kudus, sebagai kajian akademik dalam disertasi Program Doktor Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran (Unpad).

Dia menegaskan keberhasilan operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia pada 2011, salah satu bukti penting kemampuan Indonesia memproyeksikan kekuatan maritim hingga ribuan kilometer dari wilayah nasional.

Dalam disertasi berjudul "Strategi Pertempuran Jarak Jauh Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Studi tentang Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus oleh Tentara Nasional Indonesia" itu, Pardosi mengkaji bagaimana operasi militer tidak hanya menjadi keberhasilan taktis, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia mengintegrasikan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan kepentingan nasional dalam satu strategi yang utuh.

"Operasi MV Sinar Kudus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk melaksanakan proyeksi kekuatan maritim jauh di luar kawasan strategis terdekatnya. Ini bukan sekadar operasi penyelamatan sandera, tetapi juga cerminan kemampuan negara hadir dan melindungi kepentingan nasional di ruang maritim internasional," kata Brigjen Marinir Pardosi, Jumat (26/6/2026).

Dia mengatakan bahwa selama ini kajian tentang operasi ekspedisi angkatan laut lebih banyak menyoroti negara-negara besar yang memiliki armada global seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun negara-negara NATO. Sementara, Indonesia relatif jarang dikaji dalam konteks operasi militer jarak jauh yang melibatkan kepentingan strategis di luar kawasan.

"Padahal, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur perdagangan internasional. Karena itu, pengalaman pembebasan MV Sinar Kudus sangat relevan untuk dipelajari dalam perspektif strategi maritim modern," tuturnya.

MV Sinar Kudus dibajak kelompok perompak Somalia saat melintasi Laut Arab, salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Pembajakan tersebut segera menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena menyangkut keselamatan awak kapal, keamanan perdagangan nasional, dan citra Indonesia sebagai negara maritim.

Pardosi menerangkan, ancaman yang dihadapi Indonesia saat itu berbeda dengan ancaman militer konvensional. Musuh yang dihadapi bukan negara lain, melainkan kelompok non-negara yang memanfaatkan luasnya wilayah laut, lemahnya pengawasan kawasan pesisir Somalia, serta kompleksitas hukum internasional.

Brigjen TNI Marinir Freddy J.H. Pardosi menjadikan keberhasilan operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus, sebagai kajian akademik program doktor Unpad

Read Entire Article
Kabar berita |