Budiman Sudjatmiko: Digitalisasi Desa Harus Menggerakkan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

5 hours ago 5

 Digitalisasi Desa Harus Menggerakkan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. BP Taskin

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Drs. Mulyadin Malik, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, jajaran DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), serta Perbekel Duda Timur I Gede Pawana.

Dalam kunjungan tersebut, Budiman menekankan digitalisasi desa harus menjadi instrumen untuk memperkuat pengentasan kemiskinan, bukan sekadar digitalisasi pelayanan.

 Digitalisasi Desa Harus Menggerakkan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko saat melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. BP Taskin

Menurutnya, data yang akurat dan mutakhir diperlukan untuk mengetahui kondisi warga, potensi ekonomi, sekaligus menentukan intervensi pemerintah secara tepat sasaran.

Lebih lanjut, Budiman mengatakan pendekatan tersebut harus terhubung dengan program prioritas nasional, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

MBG tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa dengan mengoptimalkan pasokan pangan dari wilayah setempat.

Budiman Sudjatmiko menekankan digitalisasi desa harus menjadi instrumen untuk memperkuat pengentasan kemiskinan, bukan sekadar digitalisasi pelayanan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |