Bukan Sekadar Ikuti Tren Global, Bappenas Tekankan Ekonomi Hijau Arah Strategis RI

1 hour ago 4

Bukan Sekadar Ikuti Tren Global, Bappenas Tekankan Ekonomi Hijau Arah Strategis RI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy. Foto: Tim Bangun Bangsa Conference 2026

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan ekonomi hijau bukan soal pilihan atau sekadar mengikuti tren global, melainkan arah kebijakan strategis bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy, di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pemerintah memproyeksikan transisi menuju ekonomi hijau mampu menciptakan lebih dari lima juta lapangan kerja baru pada tahun 2029 mendatang.

Selain menciptakan pos pekerjaan baru, kebijakan itu diyakini mampu mentransformasi lebih dari 72 juta pekerjaan lama, agar menjadi lebih produktif dan bernilai tambah.

Rachmat menilai keberhasilan transisi besar ini sangat membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, dengan menitikberatkan pada pengembangan keterampilan manusia.

"Pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling mengorbankan, melainkan dua pilar yang saling memperkuat," ujar Rachmat.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Sihol P. Aritonang menyatakan pertumbuhan bisnis sangat bergantung pada ketangguhan masyarakat di sekitarnya.

Sihol menekankan pentingnya bagi dunia usaha untuk memastikan masyarakat sekitar, turut memperoleh manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi perusahaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan ekonomi hijau bukan soal pilihan atau sekadar mengikuti tren global.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |