jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menegaskan meningkatnya temuan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo tidak boleh dimaknai sebagai kondisi darurat. Sebaliknya, banyaknya kasus yang berhasil ditemukan merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat eliminasi HIV pada 2030 melalui deteksi dini dan pengobatan.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Prof Dr dr Erwin Astha Triyono menyusul sorotan publik terhadap temuan 22 calon pengantin yang dinyatakan positif HIV di Sidoarjo hingga Juni 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di daerah tersebut mencapai 7.129 kasus hingga April 2026.
Erwin meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan tingginya temuan kasus sebagai indikasi lonjakan penularan HIV.
"Isu hari ini adalah upaya eliminasi HIV tahun 2030. Salah satu strateginya adalah penemuan kasus. Kalau ada kabupaten atau kota yang berhasil menemukan kasus yang banyak, narasi yang dibangun adalah apresiasi untuk kabupaten/kota itu karena mereka berhasil menemukan kasusnya," kata Erwin di Surabaya, Selasa (29/7).
Dia juga mengingatkan agar pemberitaan mengenai HIV tidak dibangun dengan narasi yang memicu kepanikan.
"Jangan sampai disetting dengan isu yang kadang-kadang menakut-nakuti. Jangan sampai seolah-olah Jawa Timur atau Sidoarjo darurat HIV. Tidak seperti itu," tuturnya.
Menurut Erwin, HIV bukan penyakit yang mudah menular. Penularannya terutama terjadi melalui hubungan seksual berisiko dan penggunaan narkoba suntik.
"HIV itu pada prinsipnya susah menularnya. Yang paling mungkin hanya dua, hubungan seks berisiko dan narkoba suntik," ujarnya.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
.jpeg)

