DLHK Depok Temukan Indikasi Radioaktif di Bekas TPS Liar Limo, Ada Dugaan Limbah B3

3 hours ago 3

Rabu, 12 Agustus 2026 – 19:30 WIB

DLHK Depok Temukan Indikasi Radioaktif di Bekas TPS Liar Limo, Ada Dugaan Limbah B3 - JPNN.com Jabar

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah bersama Kadis DLHK saat meninjau lokasi TPS liar Limo. Foto : Diskominfo

jabar.jpnn.com, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni meninjau lahan bekas tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayah Limo, Kota Depok.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut, sekaligus melihat kondisi timbunan sampah lama yang masih berada di area bekas TPS.

Lokasi tersebut menjadi perhatian karena berada tidak jauh dari Kali Pesanggrahan. Keberadaan timbunan sampah dikhawatirkan dapat berdampak terhadap lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan, aktivitas pembuangan sampah yang sempat menjadi perhatian pada 2024 kini sudah tidak ditemukan.

Namun, menurut dia, timbunan sampah lama tetap perlu segera ditangani. Proses pembusukan sampah yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Hari ini kami ingin memastikan memang sudah tidak ada aktivitas lagi. Tetapi kami juga harus memastikan tidak ada sampah yang masih tertimbun, karena lokasi ini berdekatan dengan Kali Pesanggrahan,” kata Reni.

Selain persoalan timbunan sampah, terdapat temuan dari hasil investigasi Kementerian Lingkungan Hidup yang menunjukkan adanya indikasi radioaktif di sekitar area bekas timbunan.

Reni mengatakan, temuan tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang masuk ke lokasi. Namun, DLHK Kota Depok masih menunggu rincian hasil pengukuran dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Bekas TPS liar di Limo, Depok, masih menyisakan timbunan sampah dan diduga memiliki indikasi radioaktif. DLHK menyiapkan penanganan dan investigasi lebih lanjut

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |