Dua Menit

3 hours ago 5

Oleh Dahlan Iskan

Dua Menit

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - MENONTON sepak bola itu harus memihak. Itu baru asyik. Ada sedikit tegangnya. Tidak memihak tidak asyik sama sekali. Contohnya saya.

Mungkin itu karena saya mantan wartawan. Sudah terbiasa tidak memihak --kecuali yang bertanding klub yang satu itu. Tapi redaktur olahraga di koran saya dulu, tidak hanya memihak; ia fanatik tim Jerman. Namanya Johny Kwee --meninggal tiga tahun lalu.

Dua MenitPenampilan Shakira dan Burna Boy saat halftime show final Piala Dunia 2026 lalu. -FIFA-

Ketika tim Jerman sudah ketinggalan gol pun ia begitu yakin pasti bisa membalas.

Johny keras sekali dalam memperlakukan wartawan olahraganya. Begitu naskah wartawan itu diserahkan kepadanya, si wartawan tidak boleh pergi. Harus menunggu sampai naskahnya ia baca.

Begitu ia temukan si wartawan salah eja dalam menulis nama pemain sepak bola, tidak ada ampun: si wartawan diminta menulis nama pemain bola itu secara benar sampai seratus kali. Pakai tulisan tangan. Nama-nama pemain bola luar negeri kadang memang sulit dieja.

Di Piala Dunia 2026 ini saya tidak pernah sampai membatalkan perjalanan karena harus nonton siaran langsung. Pertandingannya memang sering antara pukul 12.00 atau pukul 16.00 waktu timur Amerika-Kanada.

Pada jam seperti itu biasanya saya sedang berkendara di perjalanan. Dari satu kota ke kota lain. Hanya ketika saya sudah tiba di Vladivostok, pertandingannya pagi waktu Rusia timur.

MENONTON sepak bola itu harus memihak. Itu baru asyik. Ada sedikit tegangnya. Tidak memihak tidak asyik sama sekali. Contohnya saya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |