Dugaan Intimidasi Aktivis di RS Permata Kuningan Disorot, Polisi Didorong Usut Tuntas

1 week ago 6

Kamis, 13 Agustus 2026 – 09:27 WIB

Dugaan Intimidasi Aktivis di RS Permata Kuningan Disorot, Polisi Didorong Usut Tuntas - JPNN.com Jabar

Ilustrasi persekusi. Ilustrator: Ardissa Barack/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KUNINGAN - Dugaan intimidasi terhadap Ketua Koalisi Rakyat Kuningan Anti Penindasan (KORAKAP), Dadang Abdullah, saat berada di Rumah Sakit Permata Kuningan mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat.

Ketua LSM Frontal Uha Juhana mendorong aparat kepolisian menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan Dadang ke Satreskrim Polres Kuningan pada Selasa (11/8/2026).

Uha meminta, proses pemeriksaan dilakukan secara objektif dengan menggali keterangan para saksi yang berada di lokasi serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV.

"Kami mendukung langkah Ketua KORAKAP melaporkan kejadian tersebut. Kami berharap seluruh pihak yang berada di lokasi diperiksa dan bukti-bukti, termasuk CCTV, dapat diamankan untuk membantu proses penyelidikan," kata Uha dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Kamis (13/8/2026).

Peristiwa yang dilaporkan tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) di area RS Permata Kuningan, Jalan Cut Nyak Dien.

Uha menjelaskan, saat itu, Dadang bersama sejumlah pihak mendatangi rumah sakit untuk mempertanyakan sejumlah aspek administrasi dan perizinan, di antaranya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta fasilitas lahan parkir.

Menurut informasi yang disampaikan Uha, pembahasan di lokasi kemudian berkembang menjadi ketegangan antara Dadang dengan salah seorang pihak dari manajemen rumah sakit berinisial EW.

EW disebut merupakan perwakilan manajemen sekaligus bagian hubungan masyarakat RS Permata Kuningan.

LSM Frontal mendukung laporan aktivis KORAKAP terkait dugaan intimidasi di RS Permata Kuningan dan meminta polisi memeriksa saksi serta CCTV.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |