Gus Miftah: Istana Hormati Muruah Ulama, Tak Intervensi Muktamar NU

3 hours ago 4

 Istana Hormati Muruah Ulama, Tak Intervensi Muktamar NU

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pedakwah Miftah Maulana Habiburrohman meminta pihak-pihak tertentu tidak mengatasnamakan Istana untuk kepentingan pemilihan Rais 'Aam maupun Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026.

Pengasuh Pesantren Ora Aji tersebut menilai Presiden tidak perlu melakukan intervensi dalam proses pemilihan kepemimpinan NU.

Menurut Gus Miftah, sikap menjaga jarak dari proses internal organisasi merupakan bentuk penghormatan terhadap kedaulatan jam'iyah dan muruah para ulama.

"Orang yang mengatasnamakan Istana untuk memperoleh dukungan terhadap kandidat tertentu sebaiknya berhenti," kata Gus Miftah dalam tulisannya, Senin (10/8).

Dia menilai klaim mengenai adanya "restu Istana" atau "titipan Pusat" berpotensi menimbulkan persepsi adanya intervensi politik dalam Muktamar NU.

Miftah menyebut pemilihan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35 memiliki makna historis bagi NU.

Menurut dia, kawasan tersebut merupakan bagian dari perjalanan pemikiran KH Abdul Wahab Chasbullah dalam mengembangkan gagasan keagamaan dan kebangsaan yang berakar dari tradisi pesantren.

Karena itu, dia berharap Muktamar NU dapat berlangsung dengan menjaga independensi organisasi dan tidak dibebani kepentingan politik praktis.

Pedakwah Gus Miftah mengatakan bahwa Istana menghormati muruah ulama dalam Muktamar NU.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |