Hemat Devisa, Pelan-pelan LPG Bakal Dikurangi

10 hours ago 1

Hemat Devisa, Pelan-pelan LPG Bakal Dikurangi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Karyawan mengontrol pipa penyalur CNG di stasiun pengisian CNG di Pabrik Rembang, Jawa Tengah. Ilustrasi/Foto dok SIG

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mempercepat penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai upaya penggantian dan pengurangan impor LPG.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan LNG adalah gas bumi yang terdiri dari metana yang dicairkan pada suhu sangat rendah, sekitar minus 160 C dan dipertahankan dalam keadaan cair.

“Harus ada bauran energi. Makanya kami dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1-C2 dan itu melimpah di Indonesia,” kata Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Bahlil menyoroti konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai pada 2006 sebagai ide dan program yang baik.

"LPG ini tidak ada cara lain untuk mengurangi, karena devisa RI keluar dan perlu mengurangi subsidi," ujar dia.

Namun, dia menilai kebijakan tersebut masih belum sepenuhnya siap dengan industri LPG di dalam negeri, sehingga ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Maka sebenarnya jadi impor lagi,” ucap Bahlil.

Ketum Golkar itu mengatakan rata-rata konsumsi LPG Indonesia adalah sebesar lebih dari 8,5 juta MT per tahun. 

Pemerintah mempercepat penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai upaya penggantian dan pengurangan impor LPG.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |