Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap Karhutla, 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Terganggu

4 hours ago 5

Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap Karhutla, 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Terganggu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan pesawat di terminal tunggu penumpang, karena pesawat yang akan mereka tumpangi mengalami penundaan akibat gangguan asap karhutla, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Jessica Helena Wuysang

jpnn.com - PONTIANAK - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat berdampak pada sektor penerbangan. Kabut asap yang menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter, menyebabkan enam penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalbar, mengalami keterlambatan pada Jumat (21/8).

General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti menjelaskan bahwa lima keberangkatan mengalami keterlambatan, yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya, IU 691 Pontianak-Jakarta, IW 1440 Pontianak-Ketapang, IU 683 Pontianak-Jakarta, dan IU 697 Pontianak-Jakarta. Sementara itu, lanjut dia, satu penerbangan kedatangan, yakni IU 682 rute Jakarta-Pontianak, bahkan harus melakukan *go around* sebelum akhirnya dialihkan (divert) ke Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 08.24 WIB.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi gangguan operasional penerbangan tersebut terjadi akibat penurunan jarak pandang yang dipengaruhi kabut asap karhutla di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Berdasarkan data operasional, pada 18-20 Agustus 2026 tercatat 15 penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terbatas.

Sementara itu, pada Jumat pagi, terdapat lima penerbangan keberangkatan dan satu  kedatangan terdampak penurunan jarak pandang.

Maya mengatakan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas. "Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara,” kata Maya di Sungai Raya, Jumat (21/8).

Dia menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini.

Bandara Supadio bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Polres Kubu Raya, terus memantau kondisi jarak pandang secara waktu nyata untuk menentukan kelayakan operasional penerbangan.

Kabut asap akibat karhutla mengganggu enam penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalbar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |