Ketua DPD RI Sultan Minta Satgas Pangan Polri Tidak Tegas Pabrik Sawit yang Membeli TBS di Bawah Harga Acuan

5 hours ago 6

Ketua DPD RI Sultan Minta Satgas Pangan Polri Tidak Tegas Pabrik Sawit yang Membeli TBS di Bawah Harga Acuan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menindak tegas Pelaku Industry Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) yang membeli Tandan buah Segar (TBS) dengan harga di bawah Acuan pemerintah daerah.

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu menegaskan agar pelaku Usaha PKS tidak memanfaatkan wacana kebijakan ekspor satu pintu Pemerintah dengan menurunkan harga beli TBS petani di daerah.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah melalui kementerian pertanian menahan laju anjloknya harga TBS di daerah. Pelaku Usaha PKS tidak memiliki cukup alasan untuk secara sepihak menurunkan harga TBS di tingkat petani," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, reaksi pelaku industry PKS terhadap pembentukan Badan ekspor Komoditas PT DSI sangat subjective dan tidak relevan.

"Pembentukan PT DSI justru harus dimaknai sebagai upaya peningkatan posisi tawar produk sawit Indonesia di pasar global sekaligus momentum memperkuat tata kelola ekspor sawit," tegas mantan ketua HIPMI Bengkulu itu.

Lebih lanjut Sultan mengakui bahwa pelaku industry PKS memiliki kontribusi yang nyata dalam ekosistem Sawit di Daerah. Namun pembentukan PT DSI oleh Presiden Prabowo Subianto harus didukung oleh pelaku industri PKS.

"Sebagai negara penghasil CPO terbesar dunia, Indonesia seharusnya bisa menjadi price maker produk turunan sawit dunia. Tentu saja hal ini membutuhkan dukungan dan kerjasama pelaku industri PKS secara konsoldatif," ujar Sultan.(fri/jpnn)

Ketua DPD Sultan B Najamudin meminta Satgas Pangan Polri menindak tegas Pelaku Industri Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) yang membeli TBS di bawah harga acuan.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |