Krisis LPG di NTT Berdampak, SPPG Lumpuh, Program MBG Terhenti

1 week ago 6

Rabu, 13 Mei 2026 – 13:04 WIB

Krisis LPG di NTT Berdampak, SPPG Lumpuh, Program MBG Terhenti - JPNN.com Bali

Ilustrasi juru masak membuat menu MBG di SPPG. SPPG di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi NTT berhenti beroperasi karena kelangkaan LPG 12 Kg. Foto: Aristo/JPNN.com

bali.jpnn.com, KUPANG - Kelangkaan gas elpiji 12 kg di Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu dampak serius.

Sejak 8 Mei 2026, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasionalnya secara bertahap.

Akibatnya, distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Belu, hingga Sumba Barat kini terhambat.

Dampak kelangkaan LPG 12 kg ini mengancam akses nutrisi bagi warga di wilayah tersebut.

"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT.

Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadang Hendrayudha di Jakarta, Rabu (13/5).

Menurut Dadang, penghentian operasional pertama terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026.

Sejumlah SPPG di wilayah tersebut tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi makanan karena keterbatasan pasokan gas.

Sejak 8 Mei 2026, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi NTT terpaksa menghentikan operasionalnya secara bertahap.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |