Maju di Muktamar NU, Gus Rozin Keliling Daerah Menawarkan Konsep Poros Tengah

1 week ago 6

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin. Foto: supplied

jpnn.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menempuh jalan silaturahmi dan dialog dengan pengurus NU di seluruh tanah air, setelah menyatakan maju sebagai calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sejumlah wilayah yang telah dikunjunginya antara lain Bengkulu, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kunjungan itu untuk menyampaikan visi, misi, dan agenda strategis yang ditawarkan guna membawa Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua, sekaligus menyerap aspirasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah.

Bagi Gus Rozin, pencalonan ketum PBNU bukan semata-mata kontestasi personal untuk memperebutkan kepemimpinan organisasi. Menurutnya, langkah tersebut harus menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, mendengar persoalan dari bawah, dan mencari jalan keluar atas berbagai tantangan yang dihadapi jam’iyyah.

Dalam setiap pertemuan dengan pengurus NU di daerah, Gus Rozin membawa tiga gagasan utama, yakni membangun poros tengah untuk merawat ukhuwah dan mengakhiri polarisasi, memperkuat NU sebagai rumah besar masyarakat sipil keagamaan, serta membangun NU yang mandiri dan berdaulat dengan bertumpu pada kekuatan jemaah.

Salah satu gagasan yang terus disampaikan Gus Rozin adalah pentingnya membangun poros tengah sebagai jalan keluar dari dinamika dan ketegangan yang berkembang di internal NU.

Menurutnya, NU tidak boleh membiarkan perbedaan pandangan berkembang menjadi polarisasi yang berkepanjangan. Perbedaan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, tetapi ketika berubah menjadi konflik yang mengganggu persatuan jam’iyyah, diperlukan kebijaksanaan dan keberanian untuk mencari jalan tengah.

"Poros tengah bukan poros untuk berhadapan dengan siapa pun. Poros tengah adalah jalan untuk mempertemukan berbagai pihak, meredakan ketegangan, dan mengembalikan NU kepada kepentingan yang lebih besar, yaitu ukhuwah Nahdliyah dan keberlanjutan khidmah jam’iyyah," kata Gus Rozin, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Putra KH Sahal Mahfudh itu menegaskan bahwa poros tengah harus menjadi ruang bersama, bukan kelompok baru yang justru menambah fragmentasi di tubuh NU. Gus Rozin menyadari bahwa memilih posisi sebagai poros tengah memiliki konsekuensi di tengah munculnya berbagai nama dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menempuh jalan silaturahmi dan dialog menjelang Muktamar NU. Begini konsepnya.

Read Entire Article
Kabar berita |