jpnn.com, JAKARTA - Di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah, industri otomotif nasional justru dinilai masih punya ruang untuk tumbuh.
Optimisme itu disampaikan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Kukuh Kumara, yang melihat tren pasar kendaraan masih bergerak positif hingga April 2026.
Menurut Kukuh, capaian penjualan kendaraan sejauh ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat belum benar-benar melemah.
Oleh karena itu, momentum tersebut perlu dijaga agar industri otomotif tetap bergerak di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif. Walaupun ada pemberitaan sana-sini, tetapi angkanya menunjukkan penjualan masih positif,” ujar Kukuh di Jakarta, Selasa.
Dia menilai industri otomotif memiliki peran penting bagi perekonomian nasional, karena melibatkan rantai bisnis yang panjang.
Mulai dari pabrikan kendaraan, produsen komponen, hingga sektor pendukung lainnya. Ketika pasar bergerak, industri di belakangnya ikut berputar.
Optimisme itu juga membuat pelaku industri diyakini tidak akan gegabah menaikkan harga kendaraan meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedang tertekan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
