Pakar: Blackout Sumatra Cermin Rapuhnya Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia

2 weeks ago 18

Sabtu, 30 Mei 2026 – 07:35 WIB

 Blackout Sumatra Cermin Rapuhnya Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Pebaikan jaringan listrik di Sumatra. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan delapan provinsi di Sumatra pada 22 hingga 24 Mei 2026 menyisakan catatan kritis bagi infrastruktur energi nasional. Pakar Sistem Tenaga Listrik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rahmat Adiprasetya Al Hasibi menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis sesaat, melainkan manifestasi dari kelemahan sistemik pada desain jaringan kelistrikan Indonesia.

Gangguan pada saluran transmisi 275 kV di wilayah Jambi yang terjadi pada Jumat (22/05/2026) pukul 18.44 WIB disebut sebagai pemicu awal.

Namun, Rahmat menilai masalah utamanya terletak pada ketidakmampuan sistem dalam melakukan isolasi gangguan.

"Ketika ada saluran transmisi yang putus, aliran daya berpindah mendadak. Sistem interkoneksi yang seharusnya tangguh justru pecah menjadi pulau-pulau kecil, memicu efek domino yang membuat pembangkit keluar dari sistem (trip)," jelas Rahmat, Jumat (29/05/2026).

Meskipun PLN menyatakan telah memiliki jalur cadangan (redundansi), Rahmat mempertanyakan efektivitasnya di lapangan.

Ia menyoroti potensi risiko saat jalur cadangan ditempatkan dalam satu koridor fisik yang sama.

“Jika redundansi berada di satu koridor fisik yang sama, satu gangguan tunggal berisiko melumpuhkan seluruh rangkaian sekaligus," tegasnya.

Selain masalah jalur, koordinasi sistem proteksi saat ini dinilai terlalu bersifat individual.

Pakar kelistrikan UMY menilai ada kelemahan dalam sistem kelistrikan Indonesia sehingga bisa memicu kejadian blackout di Sumatra.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |