jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pihak kepolisian akhirnya memukul mundur massa aksi demonstrasi Indonesia Sekarat di Gedung Grahadi imbas kericuhan yang terjadi, Jumat (26/6) malam.
Pantauan JPNN, sekitar pukul 19.05 WIB aparat kepolisian menyiapkan barisan dan kendaraan taktis untuk membubarkan massa. Mereka bergerak dari gerbang Grahadi sisi timur menuju sisi barat. Aparat juga menyemprotkan water cannon sebagai upaya untuk menekan massa.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiyawan mengimbau agar massa aksi segera membubarkan barisan. Pihak kepolisian akan melakukan upaya tindakan tegas jika terus berlanjut.
Dia juga meminta masyarakat dan pedagang yang tidak berkepentingan untuk meninggalkan lokasi
"Silakan bagi masyarakat dan pedagang untuk meninggalkan lokasi supaya tidak terkena imbas," ucap Luthfi dengan pengeras suara.
Hingga pukul 19.20 WIB, situasi masih mencekam. Polisi masih berjaga untuk membubarkan massa anarkis.
Dalam aksi ini, massa aksi yang mengatasnamakan Front Anti Kapitalisme membawa 11 tuntutan. Salah satunya, terkait kebutuhan pokok yang terus mencekik.
Adapun 11 tuntutan yang disuarakan:
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)