Prabowo: 4 Kali Kalah, Saya Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat dari Rakyat

2 hours ago 6

 4 Kali Kalah, Saya Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat dari Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo saat sambutan pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (26/6). Foto: Ryana Aryadita Umasugi/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali mengungkit soal kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden beberapa tahun lalu.

Menurut dia, meskipun kalah, dirinya tak pernah mengusik pemimpin yang saat itu dipilih oleh rakyat.

Hal itu dikatakan Prabowo saat sambutan pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Jumat (26/6/2026).

"Saya sebagai pemimpin politik saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat 5 kali minta mandat, 4 kali tidak diberi mandat, 4 kali saya kalah, tetapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat,” ucap Prabowo.

Meski kalah berulang kali, Prabowo mengaku menghargai pemimpin yang dipilih oleh rakyat saat itu karena merupakan ciri negara berdemokrasi.

“Kita mungkin tidak puas tetapi alternatifnya apa. Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh. Yang kalah ribut, kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita,” kata dia.

Dibanding berbuat gaduh setiap habis Pemilihan Presiden, Prabowo mengatakan semua tokoh harus bisa mengabdikan diri untuk rakyat yang paling miskin dan paling lemah.

“Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki memaki itu produktif, sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan,” ujar Prabowo. (dit/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Presiden Prabowo menyebutkan meskipun kalah, dirinya tak pernah mengusik pemimpin yang saat itu dipilih oleh rakyat.


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |