SATCF Rangkum Manifestasi Frustrasi dalam For The Worst

2 hours ago 4

SATCF Rangkum Manifestasi Frustrasi dalam For The Worst

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

SATCF, band punk rock asal Malang. Foto: Dok. SATCF

jpnn.com, MALANG - Band punk rock asal Malang, SATCF, memberi hadiah istimewa untuk para pendengar yakni berupa single baru berjudul For The Worst.

SATCF meluncurkan lagu tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Karya terbaru dari band beranggotakan Adit (vokal/bass), Cahaya Acoy (gitar/backing vocal), Jefri (gitar/backing vocal), Oneding (keyboard/backing vokal) dan Jaka (drum) itu masih memiliki DNA SATCF yang jujur, sederhana, tegas, sekaligus liar.

Menjadi salah satu single yang akan masuk ke album mendatang, For The Worst bergerak melalui riff gitar yang gritty, dinamika yang lugas, serta energi yang terasa lebih restrained namun tetap memiliki karakter agresif SATCF.

Repetisi, distorsi, dan emosi menjadi nyawa utama dari lagu yang menjadikan karya ini memiliki pendekatan sederhana, dengan sedikit nuansa alternative rock/grunge era 90-an.

For The Worst ditulis oleh Adit dan digarap bersamaan dengan single terakhir SATCF yakni Keep It Moving (K.I.M) yang dilepas Desember 2025 lalu.

Lirik For The Worst berisikan tentang rasa frustrasi, kehilangan, dan siklus yang terus berulang.

"Lagu ini sengaja kami rilis di momen 17 Agustus karena rasanya relevan dengan apa yang sedang banyak orang rasakan sekarang. Bukan cuma soal apa yang terjadi di sekitar kita, tapi juga hubungan, kehidupan personal, dan berbagai situasi yang kadang datang bersamaan. Ada masa ketika semuanya terasa nggak baik-baik saja, dan ‘For The Worst’ lahir dari perasaan itu,” ungkap Adit SATCF.

Band punk rock asal Malang, SATCF, memberi hadiah istimewa untuk para pendengar yakni berupa single baru berjudul For The Worst.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |