Sedang Kemarau, 55 Hektare Lahan Pertanian di Bantul Malah Terendam Air

1 week ago 12

Rabu, 12 Agustus 2026 – 17:45 WIB

Sedang Kemarau, 55 Hektare Lahan Pertanian di Bantul Malah Terendam Air - JPNN.com Jogja

Puluhan hektare lahan pertanian di Bantul terendam air. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, BANTUL - Saat banyak lahan pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi bencana kekeringan akibat kemarau, 55 hektare lahan pertanian di Bantul malah terendam air.

Pemerintah Kabupaten Bantul bahkan harus turun tangan untuk menangani genangan air yang merendam tanaman padi dan bawang di Kecamatan Sanden dan  Kecamatan Kretek.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah bakal menerjunkan alat berat untuk membuka aliran air yang tersumbat agar genangan segera surut.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan banjir luapan ini melanda dua wilayah utama, yakni Kalurahan Srigading Kecamatan Sanden dan Kalurahan Tirtohargo Kecamatan Kretek.

"Saya sudah ke sana. Ada di Srigading dan Tirtohargo," ujar Joko di Bantul, Rabu (12/8).

Berdasarkan pendataan DKPP Bantul, total 55 hektare lahan terdampak terdiri atas 20 hektare tanaman padi di Kalurahan Srigading dan 30 hektare di Kalurahan Tirtohargo.

Sisanya adalah lima hektare lahan tanaman bawang merah di Tirtoharjo.

Joko mengatakan fenomena ini merupakan masalah tahunan yang berulang. Kombinasi antara tingginya gelombang air laut dan tersumbatnya jalur pembuangan membuat air tidak bisa mengalir ke muara Sungai Opak.

Petani di Bantul terancam gagal panen karena 55 hekatere tanaman padi dan bawang merah terendam air.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |