Status Waspada, Aktivitas Gunung Slamet Naik, Warga Diminta Menjauh 3 Km

9 hours ago 6

Sabtu, 04 April 2026 – 21:57 WIB

Status Waspada, Aktivitas Gunung Slamet Naik, Warga Diminta Menjauh 3 Km - JPNN.com Jateng

Gunung Slamet terlihat dari arah Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (12/8/2023). FOTO: ANTARA/Sumarwoto.

jateng.jpnn.com, JAWA TENGAH - Aktivitas Gunung Slamet kembali bikin waswas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi memperluas batas aman di sekitar kawah puncak dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan terbaru tertanggal 4 April 2026, peningkatan aktivitas vulkanik terdeteksi signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Muhammad Rusdi mengungkapkan gejala awal sudah terlihat sejak akhir Maret. Saat itu, mulai muncul gempa berpola yang kemudian diperkuat dengan hasil pemantauan drone.

“Terindikasi adanya kenaikan suhu yang cukup signifikan di area kawah,” ujar Rusdi, Sabtu (4/4).

Data yang dihimpun PVMBG menunjukkan lonjakan suhu yang cukup mencolok. Dari sebelumnya sekitar 247,4 derajat Celcius (September 2024), kini mencapai 463 derajat Celcius per 3 April 2026.

Tak hanya itu, embusan gas putih setinggi 300 meter juga terpantau keluar dari kawah. Fenomena ini menandakan adanya proses degassing atau pelepasan gas magmatik dari dalam perut gunung.

Dalam periode 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat ratusan gempa embusan dan gempa frekuensi rendah. Intensitasnya fluktuatif, tetapi cenderung meningkat.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan gas magmatik yang makin kuat, bahkan disertai indikasi pergerakan magma menuju kedalaman yang lebih dangkal.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi memperluas batas aman di sekitar kawah puncak Gunung Slamet dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |