jogja.jpnn.com, SLEMAN - Puluhan tempat penitipan anak di Kabupaten Sleman belum mengantongi izin. Setidaknya ada 44 daycare yang berjalan tanpa perizinan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan dari 44 daycare beberapa di antaranya memiliki keinginan untuk menjadi satuan pendidikan.
Akan tetapi, ada beberapa tempat penitipan anak yang setelah dicek dinilai tidak layak dari segi sarana prasarana.
Ia menganggap tempat yang tidak memenuhi kelayakan itu sekadar rumah penitipan anak tanpa kurikulum yang jelas.
"Kalau memang ada yang bisa kami dorong menjadi satuan pendidikan dengan beberapa persyaratan berdirinya tempat penitipan anak, ya, nanti kami dorong itu," kata Mustadi, Sabtu (9/5).
Dia menegaskan Dinas Pendidikan Sleman akan mendorong dan mendampingi pengelola untuk mengurus perizinan.
Pihaknya juga telah menyampaikan nota dinas kepada Bupati Sleman dan masih menunggu respons serta tindaklanjut.
Menurut dia, Dinas Pendikan sedang memikirkan opsi, termasuk menutup sementara daycare yang belum berizin.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)