5 SD di Gunungkidul Kekurangan Siswa, Tiap Sekolah Hanya Punya 20 Peserta Didik

3 weeks ago 26

Selasa, 14 Juli 2026 – 07:45 WIB

5 SD di Gunungkidul Kekurangan Siswa, Tiap Sekolah Hanya Punya 20 Peserta Didik - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Sekolah yang kekurangan siswa di Gunungkidul. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi melakukan penggabungan atau regrouping terhadap lima sekolah dasar (SD) negeri di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tren penurunan jumlah peserta didik yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan mulai tahun ajaran 2026/2027.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang digabungkan rata-rata hanya memiliki jumlah siswa yang sangat minim, yakni di kisaran 20 orang per sekolah.

Daftar Sekolah yang Terdampak Regrouping:

  • SD Negeri Sambeng II digabung dengan SD Negeri Sambeng I.
  • SD Negeri Widoro Semin digabung dengan SD Negeri Sumberejo Semin.
  • SD Negeri Kemiri I Tanjungsari digabung dengan SD Negeri Kemiri II Tanjungsari.
  • SD Negeri Jaten Tanjungsari digabung dengan SD Negeri Gatak Tanjungsari.
  • SD Negeri Gelaran III Karangmojo digabung dengan SD Negeri Banyubening I Karangmojo.

Nunuk menegaskan bahwa dalam proses penggabungan aset sekolah ini, Disdik memberikan fleksibilitas penuh kepada orang tua dan siswa.

Jika dirasa lokasinya tidak strategis atau terlalu jauh dari rumah, siswa tidak dipaksa untuk otomatis berpindah ke sekolah hasil penggabungan.

"Siswa diberikan keleluasaan untuk memilih sekolah tujuan sesuai dengan lokasi yang paling mudah dijangkau. Tidak harus bersekolah di sekolah hasil penggabungan tersebut," jelas Nunuk.

Hingga saat ini, pihak Disdik masih terus melakukan pendataan akhir terkait jumlah total peserta didik, baik yang mendaftar melalui jalur daring maupun luring di tahun ajaran baru ini.

Kepala Bidang SD Disdik Gunungkidul Asbani menambahkan bahwa keputusan regrouping bukanlah tindakan yang diambil secara mendadak. Prosesnya telah melalui tahapan yang panjang dan terukur.

Lima SD di Gunungkidul kekurangan siswa sehingga pemerintah setempat mengambil kebijakan untuk melebur sekolah-sekolah tersebut.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |