5 Tantangan John Herdman Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Upgrade Status Spesialis Runner-up Menjadi Juara

17 hours ago 6

Bola.com, Jakarta - John Herdman akan mengawal perjuangan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Perjalanan Garuda akan dimulai dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli, dilanjutkan melawan Timor Leste (31 Juli), Vietnam (3 Agustus), dan Singapura (7 Agustus).

Vietnam diprediksi menjadi lawan terberat Indonesia di fase grup. Tim berjulukan Golden Star Warriors itu datang dengan status juara bertahan dan menjadi salah satu favorit untuk kembali melangkah jauh di turnamen.

Bagi John Herdman, ini adalah tantangan perdana di pentas sepak bola Asia Tenggara. Ia menegaskan target utama timnya adalah lolos ke Piala Dunia, meski dalam waktu dekat akan bertarung di Piala AFF 2026.

Arsitek tim asal Inggris itu sedang menggeber Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan di Bali sejak awal Juli 2026 sebagai persiapan menuju Piala AFF 2026.

"Target kami adalah lolos ke Piala Dunia. Target berikutnya adalah benar-benar mampu bersaing di level AFC," ujar Herdman.

"Karena itu, Piala AFF AFF memberikan kesempatan bagi kami untuk berkembang bersama," jelas Herdman.

Meskipun Piala AFF bukan target utama, John Herdman menghadapi lima tantangan dalam turnamen ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Debutan

John Herdman, menjadi satu dari tujuh juru taktik yang akan menjalani debut di Piala AFF 2026.

Herdman mulai menangani Timnas Indonesia sejak Januari 2026 dan sudah memimpin skuad Garuda dalam empat pertandingan. Namun, turnamen ini menjadi ajang kompetitif pertamanya bersama Timnas Indonesia.

Selain Herdman, enam pelatih lain yang akan mencicipi Piala AFF untuk kali pertama adalah Gavin Lee bersama Singapura, Anthony Hudson di Thailand, Ze Pedro dengan Timor Leste, Carles Cuadrat bersama Filipina, Vladica Grujic di Laos, serta Jorn Andersen yang menangani Myanmar.

Mayoritas pelatih debutan tersebut berasal dari Eropa. Hanya Singapura yang mempercayakan timnya kepada pelatih lokal, Gavin Lee.

Melawan Pelatih Kawakan

Sementara itu, hanya Kim Sang-sik bersama Vietnam dan Koji Gyotoku di Kamboja yang sudah merasakan atmosfer Piala AFF. Adapun pelatih Malaysia, Tan Cheng-Hoe, juga memiliki pengalaman panjang di ajang tersebut.

Banyaknya pelatih debutan membuat persaingan Piala AFF 2026 diprediksi semakin menarik. Setiap tim akan membawa pendekatan baru demi melangkah jauh di turnamen sepak bola terbesar Asia Tenggara.

Kim Sang-sik tentunya patut diwaspadai. Pelatih asal Korea Selatan ini datang ke Piala AFF 2026 dengan modal prestasi yang mengesankan sejak menangani Golden Star Warriors. Juru taktik asal Korea Selatan itu sukses mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2024, sekaligus mengembalikan Vietnam ke puncak sepak bola Asia Tenggara.

Tak hanya bersinar di level senior, Kim Sang-sik juga membawa Timnas Vietnam U-23 meraih medali emas SEA Games 2025 dan menjuarai Piala AFF U-23 2025. Kiprahnya berlanjut dengan mengantar Vietnam finis di peringkat ketiga Piala Asia U-23 2026, pencapaian terbaik mereka di ajang tersebut.

Pesaing Juga Pakai Pemain Naturalisasi

Tak hanya Timnas Indonesia yang gencar melakukan naturalisasi. Vietnam dan Kamnboja juga tak mau kalah. Deretan pemain naturalisasi Kamboja mempunyai latar belakang yang beragam. Mereka berasal dari berbagai negara, mulai Amerika Selatan, Asia, hingga Afrika.

Selain Iago Bento, skuad Angkor Warriors juga diperkuat Hikaru Mizuno, Mohammed Faeez Khan, Anderson Zogbe Gbayoro, Takaki Ose, Yudai Ogawa, Rafael Andres Nieto, Alisher Mirzaev, dan Abdel Kader Coulibaly.

Namun, dalam daftar terbaru, Kamboja hanya menyertakan empat pemain naturalisasi saja, yakni Yudai Ogawa, Alisher Mirzaev, Abdel Kader Coulibaly, dan Iago Bento.

Herdman merespons kekuatan rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, misalnya Vietnam, yang punya beberapa pemain naturalisasi baru.

"Saya antusias. Saya rasa Vietnam baru saja menaturalisasi tiga pemain asal Brasil sehingga mereka akan menjadi lawan yang sangat tangguh," ungkap Herdman.

"Saya juga melihat mereka memenangkan empat pertandingan uji coba sebelum turnamen ini. Jadi, kami memang perlu diuji. Itulah tujuan kami berada di sini," tuturnya.

Menaklukkan Tim Tangguh ASEAN

Kalau berbicara kandidat juara, Vietnam masih menjadi tolok ukur.

Mereka adalah juara bertahan, memiliki kerangka tim yang stabil bersama Kim Sang-sik, dan kembali diperkuat striker tajam Nguyen Xuan Son.

Laga Indonesia vs Vietnam berpotensi menentukan juara Grup A sekaligus jalur menuju semifinal.

Bagi Herdman, mengalahkan Vietnam akan menjadi pembuktian bahwa Indonesia memang layak disebut favorit.

Mengubah Status Spesialis Runner-up Menjadi Juara

Ini adalah ujian terbesar.

Indonesia datang dengan ekspektasi tinggi setelah tampil impresif pada kualifikasi Piala Dunia. Banyak pemain sudah terbiasa menghadapi lawan level Asia seperti Jepang, Arab Saudi, Irak, hingga Australia. AFF tentu menjadi target yang harus dimenangkan.

Masalahnya, sejarah menunjukkan Indonesia justru sering kesulitan ketika menjadi unggulan. Garuda sudah enam kali menjadi runner-up, tetapi belum pernah mengangkat trofi AFF. Herdman harus mengubah mental penantang menjadi mental juara.

Read Entire Article
Kabar berita |