Antisipasi Kebutuhan Rp 7.400 T pada 2026, Pemerintah Genjot Diversifikasi Pembiayaan

1 day ago 3

Antisipasi Kebutuhan Rp 7.400 T pada 2026, Pemerintah Genjot Diversifikasi Pembiayaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Realisasi investasi pada semester I-2026 tercatat melampaui Rp 1.010,6 triliun dengan pertumbuhan mencapai 7,2 persen secara tahunan.

Namun, pembiayaan ekonomi nasional pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 7.400 triliun dan melonjak hingga Rp9.200 triliun pada 2029.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memandang perlunya diversifikasi sumber pembiayaan di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi nasional.

Misalnya, melalui pengembangan instrumen investasi seperti Panda Bond dan Samurai Bond.

"Jadi, kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” kata Airlangga di kantor BEI, Jakarta Selatan, Senin (10/8).

Kepercayaan investor terhadap fundamental Indonesia diklaim tetap solid, menyusul perolehan peringkat investment grade dari berbagai lembaga pemeringkat internasional.

Obligasi Panda yang diterbitkan Indonesia diketahui mengantongi predikat rating tertinggi AAA dari Lianhe Credit Rating.

Pasar Modal Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini turut mengembangkan Exchange Traded Fund (ETF) emas guna memperdalam likuiditas pasar keuangan.

Pembiayaan ekonomi nasional pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 7.400 triliun dan melonjak hingga Rp9.200 triliun pada 2029.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |