jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) mendorong perguruan tinggi psikologi mampu beradaptasi dengan perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) tanpa mengesampingkan etika profesi, integritas akademik, kualitas layanan, serta keamanan data psikologis.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Kolokium Khusus XXXII AP2TPI 2026 yang berlangsung di éL Hotel Bandung pada 22-24 Juli 2026.
Forum tersebut mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, dekan, pengelola program studi, akademisi, peneliti, hingga psikolog dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua AP2TPI, Rahmat Hidayat, mengatakan perkembangan Generative AI telah mengubah cara mahasiswa belajar, dosen mengajar, peneliti bekerja, hingga psikolog memberikan layanan kepada masyarakat.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah Generative AI akan digunakan dalam pendidikan tinggi, tetapi bagaimana memastikan teknologi tersebut digunakan secara kritis, etis, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada kemanusiaan," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, AI memang mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, penelitian, hingga pengolahan informasi.
Meski begitu, keputusan akademik maupun profesional tetap harus berada di tangan manusia yang memiliki kompetensi, empati, integritas, dan tanggung jawab etik.
Kolokium tahun ini mengangkat tema "Pendidikan Tinggi Psikologi Berdampak dan Terdampak: Peluang dan Tantangan di Era Generative AI."


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
.jpeg)

