APBN 2027: Ujian Kepercayaan pada Uang Rakyat

5 hours ago 2

Oleh: Elizabeth Kusrini – Pengamat Independen Keuangan Negara, Tata Kelola Pemerintahan, dan Partisipasi Publik

 Ujian Kepercayaan pada Uang Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat Independen Keuangan Negara, Tata Kelola Pemerintahan, dan Partisipasi Publik, Elizabeth Kusrini. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Sidang Tahunan MPR dan penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 bukan sekadar ritual konstitusional.

Di tengah optimisme menuju Indonesia Emas 2045, APBN menjadi dokumen yang paling jujur untuk membaca arah pemerintahan, yaitu ke mana uang rakyat dialokasikan, siapa yang paling diutamakan, dan seberapa besar negara mampu menepati janji kesejahteraan.

Bagi pemerintahan Prabowo Subianto, RAPBN 2027 memiliki makna yang lebih besar.

Setelah hampir dua tahun memimpin, ini adalah anggaran yang sepenuhnya mencerminkan desain kebijakan pemerintahannya sendiri, bukan lagi masa transisi dari pemerintahan sebelumnya.

Maka, ukuran keberhasilannya tidak cukup berhenti pada besaran belanja atau rendahnya defisit, tetapi apakah setiap rupiah uang negara benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat?

Pemerintah menetapkan tema kebijakan fiskal 2027 sebagai “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, dengan target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, pendapatan negara 11,82–12,40 persen terhadap PDB, belanja 13,62–14,80 persen PDB, dan defisit dijaga pada kisaran 1,8–2,4 persen PDB.

Secara makro, angka-angka tersebut menunjukkan disiplin fiskal tetap dipertahankan. Tetapi, justru di balik optimisme itulah terdapat sejumlah tantangan yang layak menjadi perhatian publik.

Ruang Fiskal yang Makin Ketat 

APBN menjadi dokumen yang paling jujur untuk membaca arah pemerintahan di tengah optimisme menuju Indonesia Emas 2045.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |