Backstagers Indonesia Tuntut Said Didu Minta Maaf kepada 3 Juta Pekerja Event

4 hours ago 2

Backstagers Indonesia Tuntut Said Didu Minta Maaf kepada 3 Juta Pekerja Event

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Said Didu. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Backstagers Indonesia yang mewakili 278.000 pekerja event profesional bersertifikat menyampaikan keberatan resmi atas pernyataan Said Didu dalam program debat "Rakyat Bersuara" di iNews TV.

Mereka tidak terima lantaran mantan sekretaris Kementerian BUMN itu menyebut event organizer (EO) pemerintah menyedot anggaran hingga Rp 50 triliun, dan "tempat korupsi paling aman".

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana Putra menegaskan bahwa narasi tersebut tidak hanya buta data, tetapi juga buta terhadap realita penderitaan pelaku industri pascapandemi Covid-19.

"Menyebut EO sebagai tempat korupsi saat industri ini baru saja merangkak naik setelah dua tahun mati suri akibat pandemi adalah narasi yang tidak punya empati. Hari ini, para pelaku EO bertahan di tengah badai pemangkasan dan efisiensi anggaran pemerintah. Kami bertahan saja sudah bagus, apalagi dituduh menelan uang negara puluhan triliun," ujar Andro.

Pandemi yang Belum Selesai, Efisiensi yang Datang Bertubi

Andro mengatakan bahwa industri event Indonesia baru saja bangkit dari dua tahun paling kelam dalam sejarahnya.

Selama 2020–2022, pandemi COVID-19 memaksa industri ini berhenti total tidak ada event, tidak ada pendapatan, tidak ada perlindungan sosial bagi 3 juta pekerja informalnya.

Namun, awal 2025 membawa pukulan baru, yakni Inpres No. 1 Tahun 2025 yang memangkas 16 pos belanja pemerintah dengan kisaran penghematan 10% hingga 90%.

Backstagers Indonesia menyampaikan keberatan resmi atas pernyataan Said Didu dalam program debat Rakyat Bersuara di iNews TV

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |