Baterai Nusantara: Jalan Mandiri Industri Kendaraan Listrik di Kawasan ASEAN

6 hours ago 5

 Jalan Mandiri Industri Kendaraan Listrik di Kawasan ASEAN

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi baterai mobil listrik. Foto: ridho

jpnn.com, JAKARTA - Langkah besar menuju kemandirian energi kawasan kini mulai dirintis, yang diawali dua negara, Indonesia dan Malaysia.

Kedua negara menyatukan langkah membangun ekosistem baterai regional lewat proyek kolaboratif bertajuk Baterai Nusantara.

Selama ini, bayang-bayang ketergantungan pada teknologi luar masih melekat kuat di Asia Tenggara.

Padahal, kawasan menyimpan potensi pasar kendaraan listrik yang begitu masif.

Sadar akan peluang itu, kerja sama lintas batas ini dihadirkan bukan sekadar urusan dagang biasa, melainkan upaya merajut kedaulatan industri dari hulu ke hilir.

"Indonesia memiliki potensi untuk berkontribusi dari sisi material baterai, khususnya pengembangan katoda," kata Profesor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Evvy Kartini, di Jakarta, Rabu.

Di situlah letak sinergi yang menarik. Indonesia membawa kekuatan pasokan material mentah, sementara Malaysia menyokong fasilitas uji coba atau pilot plant untuk memprosesnya menjadi sel baterai.

Praktiknya, material yang diracik di laboratorium tanah air dikirim seberang selat untuk digarap lebih lanjut di sana, bahkan produk rintisannya pun telah diperkenalkan ke publik negeri jiran.

Indonesia - Malaysia menyatukan langkah membangun ekosistem baterai regional lewat proyek kolaboratif bertajuk Baterai Nusantara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |