jatim.jpnn.com, MALANG - Seluruh elemen Persik Kediri pulang dengan kepala tegak setelah berhasil menahan Arema FC 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (18/9).
Satu poin tersebut terasa penting bagi Macan Putih. Sebab, Bayu Otto dan kolega harus mengerahkan kemampuan fisik, teknik, hingga mental untuk meladeni tekanan tuan rumah.
Persik mengawali pertandingan dengan baik. Macan Putih bahkan mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui sontekan keras Zanadin Fariz pada menit keenam.
Gol tersebut membuat Arema FC meningkatkan tekanan. Jhon Alfaridzi dan kolega terus menggempur pertahanan Persik.
Tekanan Singo Edan akhirnya menghasilkan penalti pada menit ke-27. Careca yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dan mengubah skor menjadi 1-1.
Arema FC yang berstatus sebagai tuan rumah terus berusaha mencari gol kemenangan hingga pertandingan berakhir.
Tekanan semakin meningkat memasuki 15 menit terakhir. Persik pun lebih banyak bertahan untuk mempertahankan skor.
“Kami mengawali pertandingan dengan bagus. Kami cukup leluasa menguasai pertandingan pada beberapa menit awal. Tetapi setelah menit ke-75, Arema FC lebih banyak memasang pemain di depan. Mereka terus menggempur dan memaksa kami bertahan,” kata Bayu Otto dikutip dari laman ileague.id, Sabtu (19/9).




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)














