jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil tindakan seusai viralnya video seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dlingo, Kabupaten Bantul, yang mengolok-olok korban keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG).
Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko menegaskan pihaknya telah mengklarifikasi serta memberikan teguran langsung kepada pegawai yang menjabat sebagai pengawas keuangan tersebut.
"Betul, yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan dan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami. Kami sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan," ujar Gagat Sabtu (20/9).
BGN DIY sangat menyayangkan tindakan pegawai tersebut dan mengingatkan bahwa setiap persoalan yang menyangkut keamanan pangan serta penerima manfaat harus ditangani dengan serius, penuh empati, dan menjaga rasa kemanusiaan.
Berkaca dari kejadian tersebut, BGN DIY menginstruksi seluruh jajaran SPPG agar mengedepankan empati.
Seluruh personel SPPG dilarang menjadikan musibah atau masalah yang menimpa penerima manfaat program MBG sebagai bahan candaan, olok-olok, atau komentar insensitif yang dapat melukai perasaan masyarakat.
Gagat menekankan kepada setiap jajaran SPPRG agar menjaga sopan santun dan etika, baik dalam berinteraksi langsung maupun di ruang digital/media sosial, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.
Selain itu, BGN DIY menegaskan bahwa setiap peristiwa harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat pencegahan, perbaikan pelayanan, serta kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP).



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















