Demer: Bandara Bali Utara Mendesak, Tepis Isu Kertajati & Kelayakan Letkol Wisnu

2 hours ago 5

Jumat, 24 Juli 2026 – 06:59 WIB

 Bandara Bali Utara Mendesak, Tepis Isu Kertajati & Kelayakan Letkol Wisnu - JPNN.com Bali

Ilustrasi lokasi rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Desakan ke Presiden Prabowo untuk segera membangun Bandara Bali Utara menguat. Foto: PT BIBU

bali.jpnn.com, DENPASAR - Anggota Komisi VI DPR RI Gede Sumarjaya Linggih menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Raja-Raja Nusantara yang mendatangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Kedatangan mereka bertujuan untuk menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait realisasi pembangunan Bandara Bali Utara.

Menurut Demer, sapaan akrabnya, keberadaan bandara baru di wilayah utara Pulau Bali sudah berada dalam tingkat kebutuhan mendesak.

"Saya sangat setuju (dengan langkah Raja-Raja Nusantara). Di Bali Selatan ini kapasitasnya sudah sangat berat," ujar Gede Sumarjaya Linggih di Denpasar.

Demer memaparkan data Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat ini menampung sekitar 24 juta pergerakan penumpang per tahun dari kapasitas total 28 juta.

Dengan pertumbuhan sebesar sembilan persen per tahun, rencana pemerintah meningkatkan kapasitas hingga 32 juta penumpang dinilai bukan solusi jangka panjang yang bijak.

"Silakan catat omongan saya. Kalau dikembangkan sampai 32 juta tanpa penyelesaian akses keluar bandara, orang bisa butuh waktu 1,5 jam hanya untuk keluar dari airport," kata Demer.

Politikus senior Partai Golkar ini pun memperingatkan dampak buruk jika pertumbuhan pariwisata Bali dibatasi (stuck) akibat keterbatasan infrastruktur.

Anggota Komisi VI DPR RI Gede Sumarjaya Linggih bahkan menolak keras anggapan bahwa Bandara Bali Utara berisiko sepi layaknya Bandara Kertajati di Jawa Barat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |