jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat sekitar 4.400 pekerja berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah daerah pun berupaya melakukan mitigasi agar gelombang PHK tidak benar-benar terjadi.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Jatim Sugeng Lestari mengatakan ribuan pekerja tersebut masih berada pada tahap pra-PHK, sehingga perusahaan didorong mencari berbagai alternatif efisiensi sebelum mengambil keputusan mengurangi tenaga kerja.
"Kenaikan harga minyak akan berdampak pada energi, kemudian bahan baku juga ikut naik. Misalnya sekarang harga biji plastik meningkat. Kondisi ini tentu akan berpengaruh terhadap sektor industri dan pada akhirnya berdampak pada ketenagakerjaan," kata Sugeng, Kamis (23/7).
Menurut dia, para pekerja yang berpotensi terdampak berasal dari sejumlah daerah, antara lain Jombang, Mojokerto, Pasuruan, hingga Surabaya.
Berdasarkan data Disnakertrans Jatim, ancaman PHK dipengaruhi berbagai faktor, seperti melemahnya permintaan ekspor, efisiensi perusahaan, persoalan operasional, hingga relokasi sebagian unit produksi ke Vietnam.
Karena itu, Disnakertrans mendorong perusahaan melakukan efisiensi produksi, penghematan energi, maupun optimalisasi penggunaan bahan baku sebelum menjadikan PHK sebagai pilihan terakhir.
Sugeng mengatakan pihaknya juga memfasilitasi perusahaan untuk berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah pusat, apabila membutuhkan solusi terkait kewajiban perusahaan, seperti denda keterlambatan pembayaran iuran.
"Prinsip kami sederhana, bagaimana menjaga kelangsungan perusahaan sekaligus menjaga kelangsungan bekerja. Yang penting jangan sampai terjadi PHK," tegasnya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
