Fenomena Baru Ekonomi Bali: Sektor Konstruksi Geser Pariwisata

2 days ago 17

Minggu, 09 Agustus 2026 – 19:33 WIB

 Sektor Konstruksi Geser Pariwisata - JPNN.com Bali

Sejumlah pekerja konstruksi mengerjakan pembangunan kawasan permukiman di kawasan Gianyar, Bali. Sektor konstruksi mendongkrak perekonomian Bali, selain pariwisata. Foto: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.

bali.jpnn.com, DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat fenomena baru dalam struktur pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan II 2026.

Sektor akomodasi dan makan-minuman (akmamin) yang biasanya menjadi motor utama ekonomi Bali kini tergeser oleh sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan ekonomi Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp47,34 triliun.

Capaian ini meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 5,58 persen.

"Ada yang berbeda pada triwulan II ini.

Penyumbang pertumbuhan tertinggi bukan lagi sektor akomodasi dan makan-minuman, melainkan sektor konstruksi sebesar 0,82 persen," ujar Agus Gede Hendrayana Hermawan dilansir dari Antara.

Berdasar peta penyumbang pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026, sektor konstruksi dan administrasi pemerintah sama-sama menyumbang 0,82 persen.

Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 0,79 persen; sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sekitar 0,77 persen, sementara akomodasi serta makan-minuman sebesar 0,74 persen.

Sektor akomodasi dan makan-minuman (akmamin) yang biasanya menjadi motor utama ekonomi Bali kini tergeser oleh sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |