Gajah Jantan Indro Mati di Tesso Nilo, Ini Penyebabnya

1 hour ago 2

Gajah Jantan Indro Mati di Tesso Nilo, Ini Penyebabnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penampakan Gajah Indro yang mati di TNTN. Foto:Source for JPNN.

jpnn.com, PELALAWAN - Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Indro dilaporkan mati di Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kematian gajah Indro itu diketahui pada Senin (29/6/2026) pukul 03.45 WIB.

Indro merupakan gajah jantan berusia 45 tahun yang selama ini menjadi bagian dari Elephant Flying Squad dalam upaya mitigasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan Tesso Nilo.

Kepal Balai Taman Nasional Tesso Nilo Heru Sumantoro menjelaskan kematian Indro terjadi setelah mendapatkan penanganan medis intensif oleh tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Balai TN Tesso Nilo.

“Kematian diduga akibat komplikasi kesehatan yang dipicu penurunan nafsu makan pasca-fase musth, yakni periode peningkatan hormon yang menyebabkan perilaku agresif pada gajah jantan,” kata Heru.

Indro mulai memasuki fase musth sejak 25 April 2026.

Memasuki awal Juni, perilakunya semakin agresif hingga tidak lagi dapat didekati oleh mahout (pawang) dan tidak merespons perintah.

Meski demikian, tim tetap memenuhi kebutuhan pakan dan air minum dari jarak aman serta memandikan Indro secara berkala untuk menjaga kondisi fisiknya.

Indro merupakan gajah jantan berusia 45 tahun yang selama ini menjadi bagian dari Elephant Flying Squad dalam upaya mitigasi konflik antara manusia dan gajah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |