Jangan Membangun Cinta di Atas Rasa Memiliki yang Berlebihan

1 hour ago 2

Oleh: Hj Siti Jamaliah Lubis, SH, MH

Jangan Membangun Cinta di Atas Rasa Memiliki yang Berlebihan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR saat memberikan pernyataannya dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - KEKERASAN terhadap perempuan selalu meninggalkan luka yang jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.

Bekas luka di tubuh mungkin dapat sembuh, tetapi ketakutan, rasa malu, dan hilangnya kepercayaan diri sering kali menetap jauh lebih lama.

Oleh sebab itu, setiap kasus kekerasan tidak boleh dipandang sebagai persoalan pribadi antara pelaku dan korban, melainkan sebagai cermin bahwa masih ada ruang-ruang di sekitar kita yang gagal menghadirkan rasa aman bagi sesama manusia.

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan berinisial YTR, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali mengguncang nurani publik.

Dugaan bahwa penyiksaan berlangsung selama tiga tahun memperlihatkan betapa kekerasan dapat berlangsung begitu lama tanpa diketahui, atau mungkin tanpa cukup cepat mendapatkan pertolongan.

Situasi ini mengingatkan bahwa kekerasan sering kali tumbuh dalam tempat-tempat tersembunyi yang tertutup, sunyi, dan jauh dari perhatian masyarakat.

Menurut informasi yang beredar, korban mengalami tindakan kekerasan yang sangat berat.

Ia diduga dipukul pada bagian dada menggunakan tangan kosong, disundut rokok ketika pelaku sedang marah, hingga mengalami berbagai luka serius, mulai dari gangguan penglihatan, bibir sumbing, kesulitan berbicara, sampai tidak mampu berjalan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang dialami YTR mengingatkan bahwa cinta tidak pernah dapat dijadikan pembenaran atas kekerasan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |