jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanis Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan masih cukup tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental periode 4–10 September 2026, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada level 3 atau siaga.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan rangkaian pemantauan menunjukkan aktivitas Merapi saat ini didominasi oleh erupsi efusif yang disertai suplai magma yang masih berlangsung aktif.
"Data pemantauan mengindikasikan suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlanjut. Hal ini berpotensi memicunya awan panas guguran di dalam kawasan potensi bahaya yang telah kami petakan," ungkap Agus Budi Santoso dalam keterangannya, Sabtu (11/9).
Sepanjang satu minggu pengamatan, cuaca di seputar puncak Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, serta berkabut dari siang hingga sore hari.
Asap kawah berwarna putih bertekanan lemah teramati membumbung tinggi antara 10 hingga 100 meter dari puncak.
Tim BPPTKG mencatat puluhan kali guguran lava teramati meluncur ke arah barat daya:
- Hulu Kali Krasak: Teramati 18 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
- Hulu Kali Sat/Putih: Teramati 29 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Hasil pemantauan wahana drone pada 9 September 2026 menunjukkan adanya penambahan volume pada Kubah Barat Daya 10.300 meter kubik sehingga total volumenya kini mencapai 4.173.600 meter kubik, sementara volume Kubah Tengah tercatat 2.369.600 meter kubik.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















