jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang naik berpotensi berimbas ke inflasi harga.
"Kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, nol koma sekiannya itu kami belum tahu," kata dia menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Selain inflasi, Misbakhun menyebut kenaikan Pertamax berpotensi membuat konsumen beralih ke BBM jenis Pertalite.
"Pasti, orang, kan, begitu harga naik, orang mencari harga yang paling rendah," kata legislator fraksi Golkar itu.
Namun, Misbakhun belum bisa memprediksi jumlah konsumen Pertamax yang bakal beralih ke Pertalite setelah kenaikan harga.
"Ya, untuk kalkulasinya, itu belum dilakukan exercise-nya," ujar dia.
Misbakhun menyebut pemerintah sedang memikirkan menyalurkan stimulus ke masyarakat setelah harga Pertamax naik.
"Itu sedang dirumuskan. Tadi kami diskusinya di sana," ungkapnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)