jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Sebab, kenaikan harga BBM diputuskan di tengah daya beli masyarakat yang tertekan.
"Kami tentu kecewa dengan kenaikan harga BBM yang kembali terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan," kata Mufti Anam melalui layanan pesan, Rabu (10/6).
Menurutnya, persoalan bukan soal kenaikan harga semata, melainkan cara kebijakan diambil dan dikomunikasikan ke publik.
"Kenaikan yang cukup signifikan ini terjadi secara tiba-tiba," sambungnya.
Anam mengatakan pemerintah tidak membuat sosialisasi memadai dan memberikan penjelasan sebelum Pertamax naik.
"DPR sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan pun tidak pernah mendapatkan informasi maupun diajak berdiskusi sebelumnya," tegasnya.
Selain itu, Anam menilai pemerintah seharusnya memahami bahwa BBM bagi rakyat bukan sekadar komoditas.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)