HIPMI Kota Bandung Gelar Muscab XI, Panitia Janji Menjaga Netralitas

3 hours ago 3

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung dalam konferensi pers Muscab XI di Bandung, Sabtu (8/8/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - BANDUNG - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) XI yang mengusung tema "Dari Bandung Utama Menuju Episentrum Ekonomi: menyatukan Pengusaha Muda Mengukir Dedikasi".

Sebanyak 16 rangkaian agenda telah disiapkan untuk mengawal proses konsolidasi sekaligus transisi kepemimpinan. Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung Ibrahim Imaduddin Islam mengatakan seluruh persiapan teknis telah dilakukan, termasuk pembentukan panitia pengarah atau steering committee (SC) dan panitia pelaksana atau organizing committee (OC).

"Intinya kami mengirimkan teman-teman kader terbaik di HIPMI Bandung, teman-teman pengusaha yang sudah pernah membuktikan waktunya selama kepengurusan. Mereka adalah yang terbaik yang kami pilih untuk mengawal ini," kata Ibrahim di Bandung, Sabtu (8/8).

Menurut Ibrahim, seluruh rangkaian Muscab XI akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ke depan. Dia menegaskan Muscab bukan sekadar agenda pergantian ketua umum. Lebih dari itu, forum tersebut harus mampu memastikan HIPMI Kota Bandung tetap memberikan kontribusi nyata bagi pengusaha muda sekaligus perekonomian daerah.

"Bandung Utama harus didorong menjadi episentrum ekonomi yang nyata. Melalui Muscab XI, kami memastikan estafet kepemimpinan lahir dari proses yang matang, solid, dan murni didedikasikan untuk kemajuan bersama para pengusaha muda," paparnya.

Ibrahim mengakui dinamika dalam proses pemilihan ketua umum merupakan hal yang wajar. Terlebih, BPC HIPMI Kota Bandung saat ini memiliki sekitar 350 anggota.  Dengan jumlah tersebut, perbedaan gagasan, kepentingan, dan aspirasi antarkader sangat mungkin terjadi.

Namun, dia memastikan dinamika tersebut tidak menjadi persoalan selama tetap diselesaikan melalui mekanisme musyawarah dan kekeluargaan. "Kalau ditanya dinamika, pasti ada. Namanya ada yang punya gagasan, ide, dan aspirasi. Kadang sama, kadang juga bertentangan, tetapi karena kami adalah BPC yang dari dahulu budayanya satu keluarga, sebenarnya kami tidak mengkhawatirkan hal itu," ucapnya.

Menurut Ibrahim, jumlah bakal calon ketua umum yang muncul biasanya tidak terlalu banyak. Meski demikian, masing-masing kandidat memiliki dukungan dan aspirasi dari kelompok kader yang cukup besar. Dia berharap sosok yang terpilih nantinya bukan sekadar memiliki kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga mempunyai kapasitas bisnis yang kuat.

BPC HIPMI Kota Bandung mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) XI.

Read Entire Article
Kabar berita |