Proyek MRT Bali Dicoret, Koster Pilih Trem, Godok Payung Hukum, ternyata

4 hours ago 4

Minggu, 09 Agustus 2026 – 06:39 WIB

Proyek MRT Bali Dicoret, Koster Pilih Trem, Godok Payung Hukum, ternyata - JPNN.com Bali

Gubernur Wayan Koster memutuskan memilih transportasi trem otonom terpadu atau Autonomous Rail Transit (ART) sebagai solusi mobilitas di Pulau Bali menggantikan MRT yang tak kunjung terealisasi. Foto: Dok.JPNN

bali.jpnn.com, KUTA - Gubernur Wayan Koster memutuskan memilih transportasi trem otonom terpadu atau Autonomous Rail Transit (ART) sebagai solusi mobilitas di Pulau Bali.

Opsi ini secara resmi menggeser wacana pembangunan Moda Raya Terpadu alias Mass Rapid Transit (MRT) yang sempat bergulir sebelumnya.

Koster menjelaskan bahwa pertimbangan utama pengalihan pilihan ini terletak pada aspek efisiensi biaya dan kemudahan teknis operasional.

"Karena (ART) jauh lebih efisien dan secara teknologi lebih mudah," ujar Gubernur Koster di Kuta, Badung, Kamis (6/8) lalu.

Menurut Koster, Pemprov Bali saat ini tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) khusus sebagai langkah awal eksekusi.

Payung hukum ini diperlukan untuk mengakomodasi keberadaan ART, mengingat moda transportasi berbasis teknologi modern tersebut belum masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali.

Meski belum membeberkan secara rinci detail lokasi rute maupun alokasi anggaran yang dibutuhkan, politikus PDI Perjuangan itu memberi gambaran mengenai target realisasi proyek.

Koster menargetkan proses pembangunan fisik trem otonom (ART) ini dapat mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.

Gubernur Wayan Koster memutuskan memilih transportasi trem otonom terpadu atau Autonomous Rail Transit (ART) sebagai solusi mobilitas di Bali, tak lagi MRT

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |