Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Melancarkan Serangan Lagi

2 hours ago 3

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Melancarkan Serangan Lagi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py.

jpnn.com - ISTANBULKonflik Amerika Serikat dan Iran kian memanas. Amerika Serikat mengonfirmasi telah melancarkan serangan lanjutan ke Iran. Sementara itu, Iran menyatakan akan membalas serangan AS tersebut.

Di tengah meningkatnya kembali eskalasi dengan AS, Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika terjadi serangan baru terhadap wilayahnya.

“Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan apa pun terhadap Iran,” kata seorang sumber keamanan yang mengetahui informasi tersebut kepada Press TV, Rabu (8/7).

Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran juga akan menyerang “target musuh dengan rasio setidaknya dua banding satu”. Artinya, untuk setiap target Iran yang terdampak serangan, setidaknya dua target musuh akan diserang sebagai balasan.

“Ancaman apa pun akan direspons dengan tegas. Iran tidak membedakan antara Amerika Serikat dan mitranya di kawasan ini,” kata sumber tersebut.

Sumber keamanan itu juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan berhenti mengelola Selat Hormuz, dan “siap untuk berjuang mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut.”

“Nota kesepahaman yang ditandatangani mengenai masalah ini dengan jelas menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan pengaturannya sendiri. Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute baru di luar kerangka pengaturannya sendiri,” kata sumber tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS "mungkin" akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam, menyusul serangan AS pada Selasa (7/7) sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika terjadi serangan baru terhadap wilayahnya oleh Amerika Serikat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |