Isu Dana Asing untuk Regime Change, NPI: Itu Pengkhianatan!

11 hours ago 4

 Itu Pengkhianatan!

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi aliran dana. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Index (NPI) Murmahudi menyoroti dugaan adanya aliran dana asing yang digunakan untuk mendorong agenda regime change di Indonesia.

Menurut Murmahudi, praktik tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi, melainkan sudah mengarah pada ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

“Kalau benar dana asing dipakai untuk mendorong perubahan rezim, itu bukan lagi sekadar pelanggaran. Itu pengkhianatan terhadap negara,” kata Murmahudi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Dia menyinggung laporan media internasional seperti The Sunday Guardian yang mengungkap pola penggunaan pendanaan asing untuk memengaruhi stabilitas politik di berbagai negara. Murmahudi menilai indikasi serupa mulai terlihat di Indonesia.

“Polanya jelas, dana masuk, narasi dibentuk, opini digerakkan, lalu legitimasi pemerintah ditekan. Ini bukan kebetulan, ini desain,” ujarnya.

Dia menyebutkan situasi ini menjadi ironi di tengah momentum Idulfitri yang seharusnya memperkuat persatuan nasional. Menurutnya, ada potensi agenda tersembunyi yang justru berupaya memecah belah masyarakat.

“Di saat bangsa ini kembali ke fitrah, justru ada upaya sistematis yang bisa merusak persatuan. Ini berbahaya dan tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dijadikan tameng untuk kepentingan asing. Aktivisme, kata dia, harus berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan agenda pihak luar.

Direktur eksekutif NPI Murmahudi menyoroti dugaan adanya aliran dana asing yang digunakan untuk mendorong agenda regime change di Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |