jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) H. Kurniawan membantah pemberitaan yang menyebut dirinya mendapatkan tawaran untuk menjadi pimpinan perusahaan negara setelah mendukung Presiden Prabowo Subianto.
Kurniawan menilai judul pemberitaan Tempo berjudul "Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo Laporkan Budi Arie ke Polisi, Kurniawan Mengaku Mendapatkan Tawaran Menjadi Pimpinan Perusahaan Negara" tidak sesuai dengan maksud pernyataannya.
Menurut Kurniawan, perjuangannya mendukung dan mengawal Prabowo Subianto telah dilakukan sejak 2008 dan didasari kepentingan bangsa dan negara. Dia menegaskan tidak pernah meminta imbalan atas dukungan tersebut.
"Saya luruskan, saya sebagai Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo tidak pernah berpikir dan meminta untuk diberikan sesuatu atas perjuangan saya mendukung dan mengawal Bapak Prabowo Subianto, terutama saat Pilpres," ujar Kurniawan.
Kurniawan mengatakan keberhasilan Prabowo menjadi presiden sudah menjadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri baginya.
Karena itu, dia menyatakan tidak menjadikan dukungan politik yang diberikan sebagai dasar untuk meminta jabatan atau posisi tertentu.
"Saya tidak pernah meminta sesuatu atas upah yang telah saya lakukan. Jadi, kalau pun ada yang menawari saya mendapatkan jabatan karena membela Prabowo, saya lebih memilih di luar pemerintahan. Kami tetap mengawal, mendukung, serta membantu program kerja," katanya.
Kurniawan menegaskan dirinya lebih memilih berada di luar pemerintahan. Menurut dia, posisi tersebut memungkinkan GCP tetap menjalankan peran sebagai sukarelawan yang mengawal program kerja pemerintahan Prabowo Subianto.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















