Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU

2 hours ago 4

Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8). Foto: Sumber JPNN

jpnn.com - JOMBANG - Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan tausiah menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Mereka mengingatkan agar tidak ada transaksi, intimidasi, maupun intervensi yang mencederai kedaulatan peserta muktamar.

Tausiah itu disampaikan setelah sejumlah kiai sepuh yang menggelar pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8).

Juru Bicara Kiai Sepuh, KH Muhibul Aman Ali, mengatakan para ulama mendeteksi indikasi pengondisian hingga upaya menekan psikologis muktamirin, termasuk dugaan penggunaan nama pemerintah.

"Memilih pemimpin yang tidak afdal, padahal tahu ada yang lebih baik, adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah, Rasulullah, dan para muassis," kata KH Muhibul Aman Ali dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Kamis (27/8).

Dia menegaskan, praktik buruk dalam proses pemilihan tidak boleh dibiarkan menjadi preseden.

"Kalau proses yang tidak jujur ini dibiarkan menjadi sunnah sayyi'ah, dosanya akan terus mengalir hingga hari kiamat," ujarnya.

Dalam tausiah tersebut, para kiai sepuh meminta seluruh pihak menghentikan money politics, tekanan, rekayasa, dan pengondisian yang dapat merusak muruah muktamar.

Para ulama mendeteksi indikasi pengondisian hingga upaya menekan psikologis muktamirin menjelang Muktamar ke-35 NU.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |