jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap penyakit hepatitis kerap kali masih dibayangi oleh berbagai mitos dan kesalahpahaman. Banyak yang menganggap hepatitis hanya ditandai dengan kulit atau mata yang menguning, padahal peradangan hati ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor serta memiliki jalur penularan yang beragam.
Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar podcast TropmedTalk bertajuk “Hepatitis: Sering Didengar, Tapi Masih Sering Disalahpahami?” guna meluruskan stigma serta mengedukasi masyarakat mengenai jenis, gejala, dan langkah pencegahannya.
Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM dr. Fahmi Indrarti menjelaskan penyebab utama hepatitis adalah infeksi virus. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh konsumsi alkohol, obesitas, obat-obatan, hingga konsumsi makanan yang tidak higienis.
Virus hepatitis dikelompokkan menjadi lima jenis (A, B, C, D, dan E) dengan karakteristik penularan yang berbeda.
Hepatitis A dan E menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi (fecal-oral).
Hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh, khususnya paparan darah yang terinfeksi.
“Yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah yang B dan C,” ungkap dr. Fahmi.
Hepatitis B dan C merupakan jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia, dengan perkiraan 6,7 juta penderita Hepatitis B dan 2,5 juta penderita Hepatitis C. Keduanya berpotensi menjadi infeksi kronis hingga memicu kanker hati jika tidak ditangani dengan tepat.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)

