jatim.jpnn.com, JOMBANG - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung tokoh yang sesuai menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Hal itu diungkapkan Cak Imin setelah menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’Arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (28/8).
“Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin sesaat sebelum masuk ke mobilnya.
Cak Imin mengatakan pemimpin NU harus memiliki kesadaran akan kekuatan yang dimiliki oleh organisasi masyarakat itu, agar tidak bergantung pada orang lain.
“Ya, kami mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai ada kegagalan yang merusak ukhuwah nahdliyah. Hal tersebut seharusnya segera dievaluasi dalam Muktamar ke-35 NU.
“Kegagalan lima tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah. Ukhuwah yang merekatkan potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga,” ujarnya.
“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi,” imbuh dia.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















