jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada akhir 2026 tidak akan mengganggu operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.
Pemerintah daerah menjamin bahwa keberadaan fasilitas modern tersebut tidak akan menggusur skema desentralisasi sampah yang sudah berjalan maupun mengancam pencaharian para pekerja di TPST.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Aris Prasena menegaskan bahwa alokasi pasokan sampah untuk PSEL sudah diatur secara terpisah dalam rencana induk.
PSEL direncanakan menyerap sampah yang belum terkelola, sampah liar, dan tempat pengelolaan ilegal dengan volume mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
"Di dalam rencana induk sudah dipilah, sampah yang saat ini masuk ke TPST tetap berjalan seperti biasa. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan akan menabrak atau menggantikan peran TPST yang sekarang sudah ada," ujar Aris pada Kamis (
Saat ini, total timbulan sampah di DIY mencapai sekitar 1.900 ton per hari, dengan tingkat pengelolaan melalui TPST skala besar baru menyentuh angka 39 persen.
Lebih dari 10 TPST yang dibangun sepanjang 2024 hingga 2026 akan tetap beroperasi penuh untuk menampung porsi sampah yang sudah terdistribusi.
Pembangunan PSEL sendiri menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah di DIY untuk 20 tahun ke depan, khususnya dalam melayani kawasan aglomerasi Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
