Pemimpin Komunitas Muslim di Sydney Desak Permintaan Maaf Publik atas 'Perlakuan Kasar' Polisi

3 hours ago 3

Pemimpin Komunitas Muslim di Sydney Desak Permintaan Maaf Publik atas 'Perlakuan Kasar' Polisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemimpin Komunitas Muslim di Sydney Desak Permintaan Maaf Publik atas 'Perlakuan Kasar' Polisi

Seorang pemimpin Muslim di Sydney memperingatkan hubungan antara komunitas Muslim dan Kepolisian New South Wales (NSW) bisa rusak, jika tidak ada permintaan maaf publik atas tindakan polisi saat unjuk rasa di Sydney.

Rekaman menunjukkan sekelompok pria Muslim didorong secara paksa oleh petugas polisi saat sedang mengerjakan salat berjamaah, Senin malam lalu, setelah  unjuk rasa yang menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog.

Aksi protes, yang diselenggarakan oleh Palestine Action Group, dimulai dengan damai, tapi berakhir ricuh ketika beberapa orang ingin berpawai ke parlemen New South Wales, meski tidak diizinkan berdasarkan aturan Public Assembly Restriction Declration (PARD).

Rabu lalu, Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengatakan ia sudah "menghubungi anggota senior dari komunitas Muslim untuk meminta maaf atas segala pelanggaran yang mungkin telah terjadi."

Sekretaris dari organisasi Lebanese Muslim Association, Gamel Kheir, mengatakan permintaan maaf pribadi komisaris kepada beberapa pemimpin Muslim tidaklah cukup.

"Tidak ada yang dapat membenarkan kebrutalan polisi terhadap orang-orang yang sedang beribadah ini," katanya.

"Para jamaah sama sekali tidak melakukan kesalahan dan semuanya sesuai dengan permintaan polisi."

Gamel termasuk di antara beberapa organisasi Muslim yang mengecam tindakan polisi dan menyerukan permintaan maaf.

Kepolisian di Sydney mengonfirmasi jika sekelompok Muslim sudah menerima izin polisi untuk beribadah selama unjuk rasa di Sydney, sebelum polisi mencoba membubarkannya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |