jpnn.com - Menu makan malam di rumah warga kampung Aidid itu campuran: Indonesia-Arab.
"Hadza kerupuk," ujar tuan rumah menyodorkan satu kantong plastik. "Wa hadza blinjo," tambahnya.
Masjid kuno dengan menara tanah di Tarim yang masuk cagar UNESCO (kanan). Sementara di sisi kiri merupakan pemandangan kampung tua di Tarim dengan gang-gang berliku dan bangunan dengan tembok dari tanah.--
Beberapa kosakata Indonesia memang sudah menjadi bahasa Arab di Tarim. Ada 6.000 mahasiswa Indonesia di Yaman. Yang di Tarim saja 3.000 orang.
"Sarung" juga sudah jadi kosa kata Arab di sana. Demikian juga "almari", "sandal", "kacamata". Kalau "kursi" memang asalnya dari bahasa Arab yang sudah jadi bahasa Indonesia.
"Apa saja yang ada di Indonesia bisa didapat di Tarim. Tempe pun sudah ada yang membuat di sini".
Makan malam itu lima orang: tuan rumah, satu guru asal Mesir, teman si Mesir, satu mahasiswa asal Banjarmasin dan satu cucu tuan rumah yang masih berumur 11 tahun.
Si cucu rajin sekali. Penuh inisiatif. Tanpa ada yang menyuruh. Pun tidak perlu ada kedipan mata tertuju kepadanya. Ia lakukan semuanya secara otomatis. Ia yang mengucurkan air dari teko: untuk cuci tangan kami sebelum makan. Ia yang mengucurkan air teko untuk cuci tangan setelah makan. Ia yang ambilkan air minum. Ia yang memindahkan piring seusai makan.

.jpeg)

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


